Rektor Untan Klarifikasi Isu Skorsing Massal Mahasiswa
PONTIANAK – Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof Garuda Wiko, membantah kabar viral di media sosial yang menyebut satu angkatan mahasiswa mendapat sanksi skorsing akibat kasus dugaan penyalahgunaan teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI).
Ia menegaskan, sanksi skorsing hanya diberikan kepada satu orang mahasiswa yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Saya meluruskan bahwa bukan satu angkatan yang diskors. Hanya satu orang saja. Mahasiswa lainnya tetap menjalankan kuliah secara online, karena memang bertepatan adanya kegiatan PKM dosen,” ujar Garuda Wiko saat dihubungi, Jumat 15 Mei 2026.
Menurutnya, mahasiswa yang bersangkutan untuk sementara diminta tidak mengikuti aktivitas perkuliahan hingga batas waktu yang belum ditentukan sambil menunggu hasil pemeriksaan tim satuan tugas.
“Yang bersangkutan diminta untuk tidak mengikuti perkuliahan sampai waktu yang belum ditentukan, menunggu hasil tim satgas menyelesaikan tugasnya. Tentu tim harus berhati-hati memeriksa bagaimana sebenarnya kasus ini,” katanya.
Saat ini, penanganan kasus masih dilakukan oleh tim dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Untan guna mendalami kronologi serta dugaan penyalahgunaan teknologi AI tersebut.
“Saat ini satgas sedang bekerja secara detail untuk mengetahui bagaimana kejadian sebenarnya terkait dugaan penyalahgunaan mengedit foto menggunakan AI ini. Saat ini tim masih melakukan penyelidikan,” ujarnya.
Rektor Untan juga mengimbau seluruh civitas akademika agar bijak dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan tidak menggunakannya untuk tindakan yang merugikan orang lain.
“Kami ingin kampus ini menjadi zona yang nyaman dan aman untuk semua, sehingga suasana akademik tetap terjaga. Berhati-hatilah dalam menggunakan AI, gunakan untuk hal positif dan perhatikan dampak buruk yang bisa ditimbulkan,” pungkasnya.
Kasus tersebut turut memunculkan pertanyaan publik mengenai apa itu deepfake. Teknologi deepfake merupakan bentuk kecerdasan buatan yang mampu memanipulasi gambar, video, maupun suara sehingga tampak sangat nyata.
Deepfake berasal dari gabungan istilah deep learning dan fake. Teknologi ini bekerja dengan mempelajari ribuan foto atau rekaman suara seseorang, kemudian AI dapat meniru wajah maupun suara tersebut secara sangat mirip, seolah-olah orang tersebut melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Berita Terkait
Bengkayang
Bid Propam Polda Kalbar beserta Polres Bengkayang Gelar Panen Raya Jagung Kuartal II.
BENGKAYANG – Bidang Propam Polda Kalimantan Barat beserta Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang menggelar kegiatan Panen Raya...
kalbar news update
Pimpinan Ponpes di Garut Ditangkap Diduga Cabuli Santri
GARUT – Kepolisian Resor (Polres) Garut resmi mengamankan seorang pimpinan pondok pesantren berinisial AN (45) atas...
KALBAR
Gudang Barang Bekas di Tebas Sambas Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta
SAMBAS – Sebuah gudang penampung barang bekas di Dusun Mawar, Desa Mekar Sekuntum, Kecamatan Tebas, Kabupaten...
KALBAR
3 Jenazah PMI Dipulangkan via PLBN Entikong
SANGGAU — Tiga jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN)...