⚡ Breaking
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Sisir CCTV Klinik Mordent Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck
KALBAR

Penemuan Bayi di Sintang, Ibu Titip Pesan Jangan Ganti Namanya

Oleh | Mei 25, 2026 | 0 komentar | Mei 25, 2026 (diperbarui)

SINTANG – Warga Jalan Bhayangkara, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang ditinggalkan di depan rumah warga, tepat di depan Masjid Shiratul Jannah Polres Sintang, Minggu 24 Mei 2026 sekitar pukul 06.20 WIB.

Peristiwa bermula saat seorang warga berinisial ID sedang menyapu teras rumah dan mendengar suara tangisan kecil yang awalnya dikira suara anak kucing.

Namun setelah diperiksa, suara tersebut ternyata berasal dari seorang bayi laki-laki yang dibungkus kain dan diletakkan di dalam sebuah tas.

Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo melalui Kasi Humas Polres Sintang IPTU Eko Budi Purwanto membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.

“Bayi ditemukan sekitar pukul 06.20 WIB di Jalan Bhayangkara, depan Masjid Shiratul Jannah Polres Sintang,” ujar IPTU Eko.

Ia menjelaskan, saksi yang menemukan bayi kemudian memanggil suaminya untuk memastikan isi bungkusan tersebut.

“Awalnya saksi mengira suara kucing. Setelah dicek bersama suaminya, ternyata di dalam bungkusan kain dan tas terdapat seorang bayi laki-laki,” jelasnya.


Mengetahui hal tersebut, suami saksi segera melaporkan kejadian itu ke Polres Sintang agar bayi mendapatkan penanganan cepat.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Selain itu, bayi tersebut langsung dibawa ke RSUD Ade M Djoen Sintang guna mendapatkan pemeriksaan medis dan memastikan kondisi kesehatannya.


“Langkah yang sudah dilakukan yakni mendatangi TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta membawa bayi ke RSUD Sintang untuk tindakan lebih lanjut,” tambah IPTU Eko.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pihak yang meninggalkan bayi tersebut.
Peristiwa ini semakin mengundang haru setelah ditemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis oleh ibu kandung bayi.

Dalam surat tersebut, sang ibu memperkenalkan bayi laki-laki itu dengan nama Rui dan menitipkan pesan agar siapa pun yang merawatnya kelak tidak mengganti nama tersebut.
Surat itu pun menyentuh hati banyak warga yang mengetahui kisah penemuan bayi Rui di Sintang

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *