⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
Bengkayang

Jemaah Masjid di Bengkayang Tewas Ditusuk Samurai

Oleh | Juni 4, 2026 | 0 komentar | Juni 4, 2026 (diperbarui)

BENGKAYANG – Warga Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, digegerkan dengan peristiwa pembunuhan yang terjadi di Masjid At-Taqwa, Dusun Sungai Soga, Selasa (2/6/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Chairil Anwar (65), warga Dusun Sungai Soga. Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian dada akibat senjata tajam jenis samurai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian terungkap sekitar pukul 04.30 WIB saat warga melaporkan adanya tindak pidana pembunuhan di area masjid tersebut.

Saat petugas melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi terlentang di depan pintu Masjid At-Taqwa. Sebilah samurai masih tertancap di bagian tengah dada korban.

Salah seorang saksi, Parhani, mengaku datang ke masjid sekitar pukul 04.00 WIB untuk persiapan salat Subuh. Saat tiba, lampu masjid dalam keadaan padam. Ketika hendak menyalakan lampu, ia melihat seorang pria yang belakangan diketahui berinisial IAB berada di dalam masjid sambil membawa samurai.

Menurut keterangan saksi, pria tersebut memaksanya mengumandangkan azan Subuh meski waktu salat belum tiba. Setelah azan dan salat sunnah dilakukan, saksi diminta meninggalkan masjid.

Tak lama kemudian, saksi kembali memeriksa kondisi sekitar masjid dan menemukan korban sudah tergeletak di depan pintu dengan kondisi mengenaskan.

Sementara itu, anak korban yang hendak menuju masjid untuk salat Subuh mengaku melihat terduga pelaku berdiri di depan masjid sambil memegang samurai yang ditancapkan ke tanah. Pelaku disebut berteriak melarang siapa pun mendekat.

Merasa situasi berbahaya, anak korban memilih kembali ke rumah. Beberapa saat kemudian ia mendapat kabar dari saksi bahwa ayahnya telah meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Sungai Raya untuk menjalani visum. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi.

Sementara itu, terduga pelaku Imam Arif Billah berhasil diamankan personel Polsek Sungai Raya Kepulauan dan telah dibawa ke Polres Bengkayang untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami motif di balik peristiwa pembunuhan yang terjadi di lingkungan rumah ibadah tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *