⚡ Breaking
Petenis Filipina kejutkan dunia setelah singkirkan juara bertahan di babak ketiga OTT Bupati Langkat: KPK Sita Platinum Rp40 Miliar Korupsi Kemenpu: Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Indonesia dan Ukraina Berbagi Gelar Juara Umum di World Para Athletics Grand Prix 2026 HUT Bhayangkara ke-80, Polres Landak Gelar Sunat Massal PLN Pastikan Pasokan Batu Bara ke PLTU Berjalan Lancar Pemanjat Indonesia Samai Legenda di Innsbruck Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara
Nasional

Heboh! MPR Batalkan Juara LCC Kalbar, Final Bakal Diulang!

Oleh | Mei 15, 2026 | 0 komentar | Mei 15, 2026 (diperbarui)

JAKARTA– Keputusan mengejutkan datang dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Buntut dari polemik penilaian juri yang dinilai janggal, MPR resmi membatalkan hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan memerintahkan pertandingan ulang.

Langkah drastis ini diambil setelah publik menyoroti adanya ketidakadilan skor antara SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa demi menjaga marwah institusi dan rasa keadilan, babak final harus dikocok ulang.

“Lomba cerdas cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan diputuskan secepatnya. Juri yang akan menjuri dalam lomba tersebut adalah juri independen,” tegas Ahmad Muzani saat konferensi pers, Rabu (13/5/2026).

Muzani juga menjamin bahwa pimpinan MPR akan mengawal langsung jalannya lomba untuk memastikan tidak ada lagi penilaian yang kontroversial.

SMAN 1 Sambas ‘Gembok’ Komentar, Netizen Meradang

Status SMAN 1 Sambas sebagai pemenang sebelumnya kini berada di ujung tanduk. Sekolah yang sempat merayakan kemenangan besar ini mendadak jadi sorotan tajam netizen. Unggahan euforia di akun Instagram @smansa_sambas yang meraup ribuan likes kini dipenuhi suasana mencekam hingga pihak sekolah memilih mematikan kolom komentar.

Netizen di platform X (Twitter) bereaksi keras. Banyak yang merasa “kemenangan” tersebut menyisakan luka bagi sportivitas pendidikan.

“Gue jadi anak SMAN 1 Sambas bakalan feeling guilty sampai akhir hayat,” tulis salah satu netizen yang viral di X.

Meski MPR berniat baik memperbaiki kesalahan, gelombang kritik tetap mengalir. Sebagian masyarakat menilai keputusan tanding ulang justru akan memberikan beban psikologis yang berat bagi para siswa dari kedua sekolah.

“Setuju sekali, tanding ulang apa pun hasilnya pasti akan berakibat tidak baik bagi SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, akan timbul berbagai komentar lagi yang mungkin membuat mental mereka jadi jatuh,” komentar seorang netizen yang khawatir akan kondisi mental para peserta.

Polemik ini menjadi rapor merah bagi sistem penjurian LCC 4 Pilar tahun ini. Kini, mata publik tertuju pada laga ‘rematch’ yang akan menentukan siapa sebenarnya jawara sejati dari bumi Kalimantan Barat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *