⚡ Breaking
Bid Propam Polda Kalbar beserta Polres Bengkayang Gelar Panen Raya Jagung Kuartal II. Drama Penalti Catalunya: Bezzecchi Unggul 15 Poin Pimpinan Ponpes di Garut Ditangkap Diduga Cabuli Santri Gudang Barang Bekas di Tebas Sambas Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Jalan Kaki 30 Menit Sehari Efektif Jaga Jantung 3 Jenazah PMI Dipulangkan via PLBN Entikong Terekam CCTV, Jambret HP di Jelambar Incar Korban Tertidur Tabrakan Beruntun di Sekadau, Pemotor Tewas di Tempat
Business News

Ekonomi Kalbar Tumbuh 6,14 Persen, Tertinggi di Kalimantan

Oleh | Mei 16, 2026 | 0 komentar | Mei 16, 2026 (diperbarui)

Pontianak – Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan tren positif pada Triwulan I 2026. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Kalbar tercatat mencapai 6,14 persen secara tahunan (year on year/yoy), menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat dalam menjaga aktivitas ekonomi tetap tumbuh di tengah tantangan global.

“Pertumbuhan ekonomi Kalbar pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 6,14 persen dan menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan. Ini hasil kerja bersama dalam mendorong pembangunan, investasi, hilirisasi industri, dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya di Pontianak, Sabtu.

Menurut Norsan, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang sehat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas wilayah, hingga pengembangan hilirisasi sumber daya alam agar nilai tambah ekonomi tetap berada di Kalbar.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kalbar didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan aktivitas investasi. Konsumsi rumah tangga bahkan memberikan kontribusi sebesar 49,22 persen terhadap struktur perekonomian daerah.

Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadhan, Idul Fitri, dan Imlek turut menggerakkan sektor perdagangan, transportasi, jasa, hingga UMKM.

“Kita bersyukur daya beli masyarakat tetap kuat. Ini menunjukkan aktivitas perdagangan hidup dan perputaran ekonomi daerah berjalan semakin baik,” kata Norsan.

Sementara itu, dari sisi produksi, sektor pertambangan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Kalbar dengan pertumbuhan mencapai 34,14 persen. Selain pertambangan, sektor perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan juga memberikan kontribusi signifikan.

Penguatan hilirisasi industri bauksit dan alumina di kawasan Mempawah disebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalbar juga menaruh perhatian besar terhadap optimalisasi Pelabuhan Internasional Kijing yang dinilai mampu memperkuat sistem logistik daerah, meningkatkan daya saing ekspor, dan menarik lebih banyak investasi.

Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menilai selama ini sebagian ekspor komoditas unggulan Kalbar masih tercatat melalui pelabuhan di provinsi lain karena keterbatasan fasilitas pelabuhan internasional.

“Kalau konektivitas logistik kuat, biaya distribusi turun, investasi masuk, maka kawasan industri akan tumbuh dan lapangan pekerjaan akan semakin terbuka,” ujarnya.

Selain mencatat pertumbuhan tertinggi di Kalimantan, kontribusi ekonomi Kalbar terhadap perekonomian regional Kalimantan juga mencapai 17,61 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan Triwulan I 2025 yang tumbuh 5 persen dan Triwulan IV 2025 sebesar 5,62 persen.

Bank Indonesia sebelumnya juga memproyeksikan ekonomi Kalbar tetap tumbuh positif di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian pasar keuangan. Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia terus menjaga stabilitas inflasi pada kisaran sasaran 2,5±1 persen untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *