⚡ Breaking
Polres Landak Gelar Senam dan Bazar Murah HUT Bhayangkara Demo BEM Polnep di Polda Kalbar Usut Tragedi 2000 Jelang Pilkades 2026, Kapuas Hulu Deklarasi Damai Rupiah Menguat ke Rp17.778 per Dolar AS pada Senin Prabowo Siapkan Strategi Menuju Ketahanan Energi Nasional Ramadhipa Cetak Sejarah: Kemenangan Pertama di Moto3 Junior 45.500 Pelari Serbu JAKIM 2026, Wagub: Jakarta Milik Bersama Polisi Tangkap Penipu Tiket Pelni di Kupang
KALBAR

DPRD Kubu Raya Kecam Dugaan Bullying Siswa di Ambawang

Oleh | Mei 15, 2026 | 0 komentar | Mei 15, 2026 (diperbarui)

KUBU RAYA – Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya sekaligus Ketua Fraksi PKS Kubu Raya, M. Amri mengecam keras dugaan kasus perundungan terhadap seorang siswa sekolah dasar di salah satu Madrasah di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Kasus yang disebut melibatkan tindakan kekerasan menggunakan tali rapia itu dinilai tidak dapat dibenarkan dan harus menjadi perhatian serius pihak sekolah maupun instansi terkait.

“Kami mengecam keras tindakan kekerasan terhadap anak tersebut. Perundungan dalam bentuk apa pun tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujar Amri pada, Kamis 14 Mei 2026.

Amri meminta pihak terkait, khususnya Kasi Pendidikan Kementerian Agama bersama pihak sekolah, segera melakukan investigasi lapangan untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap korban, baik dari sisi perawatan maupun pemulihan mental pasca kejadian.
“Korban harus mendapatkan perhatian serius, termasuk pendampingan psikologis agar tidak mengalami trauma berkepanjangan. Evaluasi terhadap pengawasan dan sistem pencegahan bullying di sekolah juga harus segera dilakukan,” katanya.

Selain itu, Amri mendorong seluruh sekolah memperkuat program anti bullying melalui penyusunan SOP pencegahan dan penanganan kekerasan yang efektif.

Menurutnya, perlu ada pelatihan bagi guru BK serta pembentukan tim anti kekerasan di lingkungan sekolah guna meminimalisir terjadinya kasus serupa.

Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif memperhatikan perubahan perilaku anak dan segera melapor apabila menemukan indikasi kekerasan atau perundungan.

“Peran orang tua sangat penting. Anak-anak yang menjadi korban biasanya menunjukkan perubahan perilaku. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak harus diperkuat,” tambahnya.

Amri berharap kasus dugaan bullying tersebut menjadi perhatian bersama agar lingkungan pendidikan benar-benar aman dan ramah bagi anak.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh anak-anak untuk belajar dan berkembang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *